MILAD AISIYAH KE-106

Jepara. AKAR BERDIRINYA Aisyiyah tidak bisa dilepas kan kaitannya dari akar sejarah. Spirit berdirinya Muhammadiyah telah mengilhami berdirinya hampir seluruh organisasi otonom yangada di uhammadiyah, termasuk Aisytyah. Sejakmendirikan Muhammadiyah, Kiai Dahlan sangatmemperhatikan embinaan terhadap wanita. Anak-anak perempuan yang potensial dibina dan dididikmenjadi pemimpin, erta dipersiapkan untuk menjadi pengurus dalam organisasi wanita dalam Muhammadiyah. Di antara  ereka yang dididik Kiai Dahlan ialah Siti Bariyah, Siti Dawimah, Siti Dalalah, Siti- Busyro (putri beliau  endiri), Siti Dawingah, dan Siti Badilah Zuber.

Di tengah Wabah Virus Corona atau Covid-19 yang melanda seluruh daerah di Indonesia berdampak pada perekonomian masyarakat yang melemah. Untuk itu, Pimpinan Daerah Aisiyah (PDA) Jepara memberikan ratusan paket sembako kepada guru-guru PAUD Aisyiyah se-kabupaten Jepara 

Pimpinan Daerah Aisyiyah ( PDA) Jepara Jawa Tengah menyerahkan bantuan paket sembako bagi Guru-guru PAUD Aisyiyah di 14 Kecamatan di Kabupaten Jepara. Bantuan paket sembako untuk guru-guru PAUD Aisyiyah masing-masing diserahkan secara simbolis melalui perwakilan pengurus Ikatan Guru Aisyiyah Bustanul Athfal (IGABA). Menurut Ketua Lazismu Jepara Nur Kholis bantuan paket sembako dari PDA Pimpinan Daerah Aisyiyah ( PDA) Jepara ini dilakukan menjelang Hari Raya Idul Fitri sekaligus dalam rangka Milad Aisyiyah yang ke 103 dengan tema Sapa Guru PAUD Aisyiyah.

Memasuki usia yang ke 106 ini, maka penguatan pengelolaan pengetahuan (knowledge management) di berbagai level pimpinan menjadi sangat penting. Mengapa demikian? Sebagai sebuah organisasi yang sudah cukup lama berdiri, maka berbagai pengetahuan dan pengalaman sudah banyak dimiliki dihasilkan. Oleh karena itu mendokumentasikan pengalaman-pengalaman ‘Aisyiyah (good practices atau bahkan best practices) terus diupayakan menjadi budaya organisasi agar menjadi pembelajaran bersama sehingga pengalaman-pengalaman penting ‘Aisyiyah ini tidak hanya menjadi kekayaan organisasi namun akan diketahui publik yang lebih luas, dan menjadi kekayaan publik yang dapat diabadikan dan dijadikan pusat rujukan belajar. Salah satu pekerjaan rumah yang harus dilaksanakan adalah membangun budaya mendokumentasikan dan berbagai pengetahuan di organisasi.

Hal yang penting dalam pengelolaan pengetahuan ini, sebagai organisasi massa tentu tantangan semakin luas dan kompleks di tengah perkembangan teknologi, perubahan kultur masyarakat dan beragam problem yang dihadapi. Oleh karena itu bagaimana membangun sistem dan mekanisme komunikasi yang yang lebih efektif dari tingkat pusat sampai ranting  menjadi sangat penting. Demikian halnya sama pentingnya dengan mengembangkan sistem membangun branding Aisyiyah sebagai organisasi perempuan muslim berkemajuan sehingga semakin di kenal masyarakat luas untuk menjadi pusat rujukan di tengah perkembangan digital yang luar biasa. Selamat milad ‘Aisyiyah yang ke 106, mari beramal dan berdarma bakti membangun negara.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *