AMBULAN LAZISMU JEPARA ANTAR OTG ASAL REMBANG

Maksud hati bersilaturrahim untuk berbagi kebahagiaan atas kelahiran adiknya R di Blimbingrejo Nalumsari yang baru saja melahirkan, namun karena R dinyatakan positif Covid-19 bulan lalu maka Jayati (52) perempuan asal Rembang terpaksa harus tinggal sementara di Blimblingrejo sambil menjalani isolasi mandiri dan menunggu hasil swab.

Kedatangannya ke Desa Blimbingrejo Nalumsari pada tanggal 8 April 2020, dan hasil swab terakhir dinyatakan negatif pada Rabu, 6 Mei 2020, praktis satu bulan berada di rumah saudaranya.

Setelah dinyatakan negatif, oleh Puskesmas Nalumsari diperbolehkan pulang ke Rembang, walaupun adiknya R masih menjalani isolasi di Rumah Sakit Rehata Kelet Jepara.

Setelah mengurus administrasi dan surat jalan dari Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Jepara maka pada hari ini Sabtu, 9 Mei 2020 kepulangan ke Rembang diantar oleh ambulan LAZISMU Jepara.

Direktur Pelaksana Ambulan LAZISMU Jepara Suratman, mengatakan bahwa dengan pelayanan pengantaran Jayati ke Rembang yang sebelumnya berstatus OTG, maka Ambulan LAZISMU Jepara selama bulan Mei 2020 telah melakukan pelayanan kelima dengan 8 orang pasien dengan berbagai penyakit. “Bu Jayati ini merupakan pasien yang 8 ambulan yang kita layani”, tegasnya.

Menurut Suratman ambulan LAZISMU Jepara dengan lima armada selama masa pandemi Covid-19 di Jepara terus melakukan pelayanan pengantaran orang sakit secara gratis. “Jumlah pasien dan pelayanan memang ada penurunan selama ada wabah ini, karena ada pembatasan dari Rumah Sakit Rujukan”, terangnya.

Tercatat pada bulan Maret ambulan LAZISMU Jepara malayani 45 kali pelayanan dengan 50 orang pasien, sedangkan bulan April malayani 45 kali pelayanan dengan 57 pasien ke berbagai rumah sakit baik di luar kota maupun dalam kota. Frekwensi pelayanan yang paling sering adalah di RSUP Karyadi Semarang, Salatiga dan Solo.

Disinggung mengenai pendanaan pelayanan ambulan gratis ini, Suratman menyampaikan bahwa selama pandemi ini jumlah infaq untuk ambulan mengalami penurunan. Dia berharap ada kepedulian dari masyarakat yang beruntung untuk berderma melaui zakat, infaq atau shadaqah melalui LAZISMU Jepara. “Mudah-mudahan kita masih bisa tetap malayani pelayanan gratis ini” pungkasnya. (NKG)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *