Intruksi Dikdasmen Muhammadiyah Sulsel Agar Menerima Siswa Eksodus Korban Gempa Sulsel

Palu – LAZISMU. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho melalui laman akun resmi Twitter hari ini (4/10/2018), menyampaikan perkembangan informasi bahwa hingga saat ini operasi gabungan SAR terus mencari korban ke Kota Palu, Donggala, Sigi, hingga Parigi Moutong.

Berdasarkan data BNPB, Sutopo menyampaikan hingga hari ini korban yang meninggal dunia mencapai 1.407 jiwa. Sementara untuk korban luka-luka sebanyak  2.549 jiwa, korban tertimbun 152 jiwa dan korban hilang 113 jiwa. Sutopo menambahkan, terdapat juga 65.733 unit rumah yang mengalami kerusakan.

Lazismu dan MDMC lewat One Muhammadiyah One Respons (OMOR) MDMC senantiasa menjalankan misi kemanusiaannya dalam masa tanggap darurat ini di Palu, Sulawesi Tengah. Layanan kesehatan, dapur umum, dan penanganan trauma akibat gempa-tsunami menyisakan dampak  psikis bagi anak-anak di sana.

Dampak gempa-tsunami yang melumpuhkan sendi kehidupan di Kota Palu dan sekitarnya menjadi perhatian khusus Muhammadiyah. Sebagai langkah konkret menyelamatkan anak-anak yang masih di usia sekolah, Pimpinan Muhammadiyah Sulawesi Selatan, melalui  Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah mengeluarkan surat instruksi.

Surat instruksi tersebut diterima tim media Lazismu melalui MDMC Indonesia dalam pesan daring (4/10/2018). Adapun perihal surat instruksi tersebut bersisi tentang Instruksi Penerimaan Siswa Eksodus Korban Gempa Sulawesi Tengah.

Dijelaskan dalam surat tersebut, sebagai bentuk perhatian atas bencana yang menimpa saudara kita korban gempa dan tsunami di Palu, Donggala dan Sigi, maka majelis Dikdasmen Sulawesi Tengah menginstruksikan kepada seluruh kepala sekolah/madrasah/pondok pesantren Muhammadiyah se-Sulawesi Selatan di semua tingkat satuan pendidikan untuk: Menerima siswa pindahan dari korban tsunami Palu Donggala, diberikan kemudahan, disemua jenjang pendidikan mulai SD sampai SMA.

Dalam surat tersebut, Ketua Majelis Dikdasmen Sulawesi Selatan, Thamrim Taha, menambahkan, agar memberikan fasilitas peralatan sekolah, buku, seragam, dan lainnya. Selanjutnya berkenaan dengan hal-hal lain agar dikordinasikan kepada kami, demikian isi surat itu tertanggal, 3 Oktober 2018.

Dalam kesempatan yang sama, Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah, menerbitkan surat edaran kepada pimpinan Perguruan Tinggi Muhammadiyah “Aisyiyah (PTMA) untuk membantu para mahasiswa-mahasiswi Universitas Muhammadiyah Palu yang sedang meninggalkan kota Palu ke daersah lain di Indonesia untuk difasilitasi dan diizinkan mengikutimkuliah secara sit in.

Mereka mahasiswa-mahasiswi tersebut bisa mengikuti program mata kuliah sesuai di PTMA yang mereka pilih tanpa dipungut biaya dan berlaku di semester ganjil tahun 2018/2019. Dijelaskan pula, PTMA yang menampung adalah diprioritaskan di pulau Sulewesi, jika tidak menutup kemungkinkan di PTMA daerah yang lain.

Diketahui bahwa pascagempa kondisi Universitas Muhammadiyah Palu mengalami kerusakan infrastruktur, karena itu menurut Ketua Diktilitbang PP Muhammadiyah, Lincolin Arsyad kondisinya memerlukan bantuan moril dan materiil. Apalagi universitas tersebut sekarang dijadikan Posko Koordinasi Utama oleh MDMC Indonesia. (da)

 

Dikdasmen Muhammadiyah Sulsel Instruksikan Agar Menerima Siswa Eksodus Korban Gempa Sulteng

 

#GempaPalu

#GempaTsunami

#GempaDonggala

#SulawesiSelatan

#Lazismu

#LazismuJepara

#MDMC

#OneResponOneMuhammadiyah

#KorbanGempaPalu

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *