Mudik “syar’i”

 

Mudik artinya pulang ke kampung halaman. Di Indonesia, tradisi mudik banyak dilakukan orang pada momen hari-hari besar keagamaan, khususnya Hari Raya Idulfitri. Banyak para perantau di kota-kota besar yang memanfaatkan libur panjang Idulfitri untuk mudik, pulang ke kampung halaman.

Nah, berikut ini ada beberapa tips mudik “syar’i”, mudik dengan tetap memelihara tuntunan dan nilai-nilai ajaran Islam.

1. Luruskan Niat

Niatkan mudik untuk Silaturahmi, berkunjung kepada saudara, kawan lama dan keluarga yang selama ini jarang bertemu meskipun mungkin selalu terhubung melalui media sosial. Silaturahmi merupakan salah satu ciri orang mukmin (HR. al-Bukhari dari Abu Hurairah), dapat memberikan jalan lapang ke surga dan menjauhkan diri dari api neraka (HR. al-Bukhari dan Muslim dari Abu Ayub al-Anshari) serta dapat melapangkan rizki dan memperpanjang umur (HR. al-Bukhari dan Muslim dari Anas ibn Malik).

Niatkan juga sebagai bentuk birrul walidain, sowan kepada kedua orangtua yang telah membesarkan dan mendidik sejak kecil (QS. al-Isra’ [17]: 23-24, QS. an-Nisa’ [4]: 36). Apabila orangtua sudah meninggal, berziarahlah ke makam mereka (HR. al-Bukhari dari Abu Hurairah) dan berdoalah untuk kebaikan dan amal jariyah mereka (HR. Muslim dari Abu Hurairah). Sangat baik jika dapat menyambung silaturahmi juga dengan sahabat-sahabat atau orang-orang yang dekat dengan orangtua ketika masih hidup dulu (HR. Muslim dari Abdullah ibn Umar).

Jangan sampai mudik hanya digunakan untuk bersenang-senang, berfoya-foya (QS. al-A’raf [7]: 31) atau bahkan untuk ajang pamer kekayaan yang dibawa dari rantau dan bermegah-megahan (QS. at-Takatsur [102]: 1-8 dan QS. al-Waqi’ah [56]: 41-45).

2. Jangan Lupa, Berdoa sebelum berangkat/ naik kendaraan

Agar perjalanan mudik mendapat ridla dan perlindungan dari Allah, jangan lupa untuk berdoa. Masih ingat doanya ya? Bismillaahi tawakkaltu ‘alaLlaahi laa haula wa laa quwwata illaa biLlaah; subhanalladzii sakhkhara lanaa haadzaa wa maa kunnaa lahuu muqriniin, wa innaa ilaa rabbinaa lamunqalibuun, atau bismiLlaahi majreehaa wa mursaahaa inna rabbi laghafuurur-rahiim.

3. Jaga Shalat 5 Waktu

Ini penting, shalat wajib yang lima jangan sampai dilewatkan walau sedang dalam perjalanan (QS. al-Baqarah [2]: 238). Ada rukhsah untuk para musafir, termasuk mudikers, untuk menjamak dan atau mengqashar shalatnya (HR. al-Bukhari dari Abdullah ibn Abbas, HR. al-Bukhari dari Abdullah ibn Umar, dan QS. an-Nisa’ [4]: 101). Jamak artinya menggabungkan dua shalat pada satu waktu, yaitu zuhur dengan asar dikerjakan di waktu zuhur atau maghrib dengan isyak dikerjakan di waktu isyak. Adapun qashar artinya meringkas jumlah rakaat shalat, yaitu zuhur, asar dan isyak yang empat rakaat diringkas menjadi masing-masing 2 rakaat. Dapat juga shalat sambil duduk selama berkendara, baik di mobil, kereta api, kapal laut maupun pesawat udara, dengan tidak ada keharusan menghadap arah kiblat karena terpaksa (HR. Ahmad dan at-Tirmidzi dari Ya’la ibn Murrah, QS. al-Baqarah [2]: 115).

Bagaimana wudlunya? Mudah saja. Kalau tidak dapat memperoleh atau menggunakan air, bisa diganti dengan tayamum (QS. an-Nisa’ [4]: 43). Tempelkan kedua telapak tangan pada dinding atau sandaran tempat duduk kendaraan satu kali, lalu tiuplah telapak tangan tersebut, kemudian usapkan telapak tangan kiri ke punggung telapak tangan dan telapak tangan kanan ke punggung telapan tangan kiri satu kali, selanjutnya usapkan juga kedua telapak tangan ke bagian wajah seperti ketika berwudlu satu kali (HR. al-Bukhari dari Ammar ibn Yasir). Insya Allah sudah suci dari hadas.

4. Bila mungkin tetaplah berpuasa

Mudikers adalah musafir. Bagi musafir, sebaiknya tetap menjalankan ibadah puasa Ramadan, meskipun ada kebolehan untuk tidak berpuasa. Jika tidak berpuasa, maka ia wajib mengqadla puasanya di luar bulan Ramadan, 1 hari tidak puasa diganti dengan 1 hari puasa di luar bulan Ramadan (QS. al-Baqarah [2]: 184). Jika tidak berpuasa, maka ia wajib menjaga akhlak, sopan santun makan, dengan sebisa mungkin mencari tempat yang tertutup atau tidak mencolok, sebagai bentuk penghormatan pada saudara-saudara sendiri yang masih berpuasa.

5. Jangan Lupa Zakat, Infaq dan Sedekah

Zakat itu wajib lho, baik zakat maal (QS. at-Taubah [9]: 103) maupun zakat fitri (HR. Muslim dari Abu Hurairah). Jadi tunaikan dulu sebelum mudik. Boleh kok menyegerakan pembayaran zakat sebelum jatuh temponya (HR. Lima ahli hadis kecuali an-Nasa’i dari Aliy). Jika sudah terlanjur mudik, masih bisa ditunaikan dengan menggunakan teknologi, baik transfer via ATM maupun aplikasi e-banking dari gawai. Zakat fitri jatuh temponya maghrib terakhir akhir Ramadan dan paling lambat ditunaikan sebelum berangkat shalat Id (HR. al-Bukhari dari Ibnu Umar). Jadi, persiapkan semuanya, jangan sampai zakat yang wajib itu hanya bernilai sedekah karena terlambat membayarkannya (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah dari Ibnu Abbas).

Infak dan sedekah walau hukumnya sunnah juga jangan lupa, mumpung sedang banyak rezeki, baik dari omset penjualan yang naik drastis bagi para pedagang maupun tunjangan hari raya para pegawai.

6. Menukarkan uang besar dengan uang receh

Berhubung punya banyak keluarga, khususnya para keponakan, sepupu atau cucu yang masih kecil, maka akan berkesan jika infaq/sedekah/hadiah yang diberikan pada mereka berujud lembaran uang baru cetak, apakah lima, sepuluh atau duapuluh ribuan. Di sini timbul persoalan. Bagi yang sempat menukarkan uang di bank, tentu tidak ada masalah karena nilai uang yang ditukar sama dengan nilai uang yang diterima. Namun bagi mereka yang tidak sempat menukarkan uang di bank, kemudian menggunakan jasa tukar uang yang banyak berada di pinggir-pinggir jalan, ini yang harus hati-hati. Penukaran uang seperti ini mubah atau boleh hukumnya dengan beberapa syarat, antara lain akadnya adalah jual beli jasa bukan barang, tidak ada unsur paksaan (‘an taradlin), tidak ada unsur penipuan (ghurur), dan potongan yang dilakukan oleh penjual jasa diketahui dan disetujui oleh penukar atau pembeli jasa (Din Syamsudin, republika.co.id, Ahad 03 Juli 2016).

7. Tetap takbiran walau diperjalanan

Takbir dituntukan mulai sesudah maghrib akhir Ramadan hingga shalat Id didirikan (QS. al-Baqarah [2]: 185 dan HR. asy-Syafi’i dari Ibnu Umar). Bagi yang masih diperjalanan, diutamakan tetap melakukan takbiran meski di atas kendaraan, sebab takbiran dapat dilakukan di mana saja, baik di masjid-masjid, jalan-jalan, kampung-kampung ataupun tempat lain. Ingat, takbir adalah ekspresi mengagungkan Allah sebagai wujud rasa syukur atas karunia-Nya.

8. Walau sunnah, tetap rayakanlah Idulfitri dengan shalat Id di lapangan

Shalat Idulfitri memang sunnah hukumnya. Tetapi, merayakan idulfitri tanpa melaksanakan shalat Idulfitri tentu rasanya tidak lengkap, tidak afdhal. Oleh sebab itu, meskipun belum sampai tujuan, usahakan mampir ke lapangan-lapangan terdekat yang menyelenggarakan shalat Id, supaya perayaan Idulfitri lebih lengkap, afdhal dan bermakna.

9. Tradisi saling memaafkan

Walaupun meminta maaf harus dilakukan begitu seseorang menyadari kesalahan yang diperbuat pada orang lain, tetapi bukan hal yang buruk kalau saling mendoakan dan memaafkan pada hari raya Idulfitri, sebab tujuan utama berpuasa adalah menjadi manusia bertaqwa, sementara di antara ciri taqwa adalah memaafkan sesama manusia (QS. al-Baqarah [2]: 185 dan QS. Ali Imran [3]: 134). Sekedar ucapan selamat idulfitri dan mohon maaf lahir batin, serta saling mendoakan kebaikan, semoga menjadi pintu silaturahmi yang selalu terbuka untuk sesama.

10. Jangan lupa bawa oleh-oleh ya …

Terakhir, setelah silaturahmi berkumpul dengan keluarga di kampung halaman selesai, saatnya kembali ke rumah masing-masing. Jangan lupa, bawakan oleh-oleh terbaik untuk rekan-rekan sejawat agar ukhuwah tetap terawat. Saling berbagi hadiahlah (oleh-oleh) di antara kalian, agar tetap saling mencintai … (HR al-Bukhari dan al-Baihaqi dari Abu Hurairah)

Selamat Mudik !!!

Semoga aman dan lancar diperjalanan, selamat sampai tujuan dan kembali membawa buah tangan …

https://www.facebook.com/notes/amirudin-a-faza/mudik-syari/10160394816500004/

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *