Sambangi Pemuda Muhammadiyah, Panitia Tari Erotis Mohon Maaf

Pemuda Muhammadiyah Jepara bersama pengurus Jepara Max Owner di Kantor Lazismu Jepara

JEPARA – Setelah sempat viral dan menjadi bahan perbincangan khalayak ramai, kasus tari erotis yang diselenggarakan pada acara Ultah Jepara Max Owner pada Sabtu (14/4/2018) yang lalu akhirnya ditetapkan beberapa tersangka diantaranya perwakilan panitia dan penari. Merespon kasus ni tiga organisasi kepemudaan yaitu Pemuda Muhammadiyah, Pemuda Ansor dan KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia) Jepara membuat pernyataan senada untuk mengecam kasus tari erotis itu.

Dampak yang timbul dari kasus ini semakin meluas. Tidak hanya nama baik daerah yang tercoreng, namun dampak sosial masyarakat ikut menyertai. Oleh karenanya untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif pengurus komunitas motor ini memutuskan untuk silaturahmi dan memohon maaf kepada pihak yang mengecam kasus ini. “Mejadi suatu keharusan bagi kami untuk mohon maaf dan membangun hubungan baik dengan masyarakat” ujar Yuli pengurus Jepara Max Owner. “Kami mengakui bahwa tindakan kami adalah suatu kesalahan yang sebenarnya tidak kami inginkan” lanjut Yuli ketika berkunjung ke kantor Muhammadiyah Jepara bersama anggota lainnya.

Pertemuan ini diadakan di kantor Muhammadiyah Jepara Jum’at (20/4/18). Bebrapa anggota Pemuda Muhammadiyah menyambut hangat kedatangan pengurus komunitas ini. “Kami menyambut baik usaha untuk permohonan maaf ini, silaturahmi demi menjaga suasana kondusif memang harus dilakukan” ucap Gardana selaku Ketua Pemuda Muhammadiyah Jepara. Kejadian ini diharapkan dapat menjadi pelajaran, tidak hanya bagi komunitas N-Max tapi bagi komunitas serupa yang ada di Jepara. “Secara organisasi kami menerima permintaan maaf rekan komunitas, namun proses hukum harus tetap dilanjutkan” lanjut Gardana.

Dalam kesempatan ini, Pemuda Muhammadiyah bersama LAZISMU Jepara menawarkan kerjasama kegiatan positif, pembagian qurban di daerah terpencil. Dengan melakukan kegiatan sosial diharapkan dapat memperbaiki nama baik komunitas ini. Acara ditutup dengan melakukan foto bersama sebagai wujud persaudaraan. (arief)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *